Menjelang pelaksanaan Ujian Madrasah Tahun 2026, proses pemutakhiran data siswa kembali menjadi perhatian utama bagi operator dan pihak madrasah. salah satu tahapan penting yang harus dilakukan adalah pengajuan validasi siswa melalui sistem PDUM. setelah ditutup beberapa waktu, sinkronisasi data siswa di PDUM resmi dibuka kembali mulai 13 Februari hingga 22 Februari 2026. kebijakan ini memberikan kesempatan bagi madrasah yang sebelumnya belum berhasil mengirim data siswa kedalam sistem.

selain sinkronisasi , PDUM juga membuka akses pengajuan validasi data siswa . batas akhir pengajuan validasi ditetapkan pada 23 Februari 2026. lewat proses ini, madrasah dapat memastikan bahwa seluruh data siswa yang akan mengikuti ujian sudah sesuai dengan standar nasional dan siap digunakan dalam proses administrasi.

Persyaratan Dasar Pengajuan Validasi Siswa

sebelum melakukan pengajuan, operator perlu memahami persyaratan yang telah ditentukan. untuk jenjang MI, MTs dan MA, siswa wajib memiliki NISN yang valid serta data sudah tersingkron dengan verval PD. syarat lain yang tercantum disitem bisa diabaikan terlebih dahulu selama dua poin utama tersebut terpenuhi.

sementara untuk jenjang RA, madrasah dihimbau memastikan bahwa NDSN siswa sudah valid. meskipun tidak seketat jejang lainnya, kelengkapan data tetap menjadi faktor penting agar proses validasi lancar dan tidak tertolak oleh sistem.

Langkah Awal Login dan Pengecekan Data

  1. proses dimulai dengan login ke akun PDUM menggunakan akun resmi madrasah.
  2. setelah berhasil masuk, operator langsung menuju menu data siswa. didalam menu ini, seluruh data yang telah tersinkronisasi akan tampil secara otomatis
  3. jika ditemukan kesalahan, seperti nama, tanggal lahir, atau jurusan yang tidak sesuai, operator perlu menghapus data tersebut. sistem telah menyediakan tombol aksi untuk melakukan pembaruan langsung pada setiap baris siswa. cara ini jauh lebih aman dibandingkan menghapus lalu menginput ulang

Memastikan Kelengkapan Melalui Menu Cek Data

setelah data diperbaiki, langkah berikutnya adalah membuka menu cek kelengkapan. disini operator akan melihat indikator berupa centang dan strip pada beberapa kolom penting, seperti nomor absen, tempat tanggal lahir, jurusan dan status syngkron.

jika status valid dari dukcapil belum muncul, biasanya masih ditandai dengan strip. namun hal itu tidak menghalangi proses pengajuan validasi. sistem tetap mengizinkan operator melanjutkan, karena adata masih  bisa di perbaiki meskipun ajuuan sudah terkiirim

Cara Menagjukan Validasi di PDUM

setelah yakin data sudah cukup lengkap, operator dapat menekan tombol ajukan validasi. sistem akan menampilkan peringatan bahwa setelah pengajuan, tombol syngkron EMIS dinonaktifkan. ini berarti madrasah tidak dapat melakukan syngkronisasi ulang sebelum proses validasi selesai.

jika sudah siap, klik konfirmasi untuk mengirim ajuan. setelah berhasil status akan berubah dan operator hanya perlu menunggu persetujuan dari admin kabupaten atau kota.

Mengecek Hasil Validasi dan Cetak Dokumen

ketika admin kabupaten telah menyetujui ajaun, operator bisa kembali masuk ke PDUM dan menegcek hasilnya. menu pendataan akan menampilkan status terbaru, setelah itu operator dapat mengecek DNS dan DNTT melalui menu yang tersedia.

jika sebelumnya fitur cetak belum aktif, setelah validasi disetujui tombol cetak akan muncul otomatis. ini menandakan bahwa data siswa sudah resmi digunakan untuk keperluan ujian

Kesimpulan

pengajuan validasi siswa di PDUM merupakan tahapan penting menjelang Ujian Madrasah 2026. dengan memahami alur mulai dari singkronisasi, pengecekan, hingga pengajuan dan cetak dokumen, operator dapat memastikan seluruh data siswa siap digunakan. ketelitian dan ketepatan waktu menjadi kunci agar proses berjalan lancar tanpa terkendali.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *